Sarah akhirnya belajar keras dan menjadi dokter yang sangat dihormati. Dia berusaha mengubah kebiasaan malasnya demi membantu orang lain, tetapi ketika pasien mengeluh mereka memiliki terlalu banyak penyakit padahal mereka sehat, Sarah pun jadi kehilangan minat. Akankah Sarah menyelamatkan keadaan atau akankah dia justru meresepkan kemalasan?