Karam. Sendirian. Satu-satunya jalan pulang: bangun The Last Raft. Kamu terdampar di pulau tak berpenghuni hanya dengan tangan kosong. Jelajahi dunia terbuka luas yang dibuat secara prosedural seperti pantai yang cerah, hutan lebat, rawa-rawa keruh, pegunungan kaya bijih besi, dan puncak beku, lalu lakukan apa pun untuk bertahan hidup. Tebang pohon, tambang bijih, buru babi hutan, dan tangkap ikan. Buat kapak, pedang, tombak, dan busur. Bangun kamp dengan dinding, obor, dan tempat tidur sebelum matahari terbenam, karena di malam hari serigala dan laba-laba akan keluar untuk berburu. Masak makanan di dekat api unggun, buat ramuan, dan naikkan level untuk membuka keunggulan (perks) yang kuat. Ikuti kompas menuju bangkai kapal dan berdaganglah dengan Pelaut Tua, lalu bertualanglah ke reruntuhan kuno untuk menghadapi Penjaga Reruntuhan, bos menjulang tinggi yang melindungi Permata Kuno. Hanya dengan permata itulah kamu bisa menyelesaikan rakit dan berlayar pergi. Iklan harus muncul setelah interaksi pengguna, seperti mengeklik tombol Play, Next, atau Retry, alih-alih menampilkan iklan saat permainan berakhir.
Last Raft paling tepat digambarkan sebagai gim Petualangan Bertahan Hidup (Adventure Survival).
Tujuan utama dalam Last Raft adalah untuk bertahan hidup selama mungkin saat terdampar di atas rakit di tengah samudra.
Hal yang membuat Last Raft seru untuk dimainkan adalah perpaduan antara ketegangan bertahan hidup dan kebebasan berkreasi. Gim ini membuat pemain tetap terlibat karena Anda harus terus menyeimbangkan kebutuhan mendesak dengan tujuan jangka panjang.